Seperti dilansir laman Indonesia.go.id, kini alutsista Indonesia akan segera kedatangan kapal perang super canggih yang diproduksi di Banyuwangi oleh PT Lundin Industry Invest (PT LII).
Sebagai informasi, PT LII adalah perusahaan yang dimiliki oleh dua orang kebangsaan Swedia, John Lundin dan Lizza Lundin.
Mereka hadir di Indonesia sejak 2003 dan memainkan peran penting di industri boats. Sejauh ini, perusahaan ini sudah memproduksi lebih dari 250 boats militer.
LUNDIN INDUSTRY INVEST
PT Lundin Industry Invest (PT LII) adalah perusahaan yang bergerak di perangkat sistem senjata swasta di Indonesia. Walaupun berlokasi di Banyuwangi, PT LII merupakan salah satu produsen yang dikenal oleh industri militer mancanegara.
PT LII merupakan perusahaan yang dimiliki oleh dua orang kebangsaan Swedia, John Lundin dan Lizza Lundin. Keduanya aktif sejak 2003 di Indonesia dalam industri boats. PT LII sudah memproduksi lebih dari 250 boats untuk kepentingan industri militer.
Perusahaan ini sudah mampu memproduksi berbagai kapal perang dan militer yang terdiri dari trimaran, catamaran, dan monohul.
Untuk fasilitas produksi, Banyuwangi dipilih sebagai tempat untuk memproduksi kapal-kapal berteknologi canggih. Perusahaan ini pun mempekerjakan lebih dari 200 karyawan.
PASAR INTERNASIONAL
Selain itu, perusahaan ini juga sudah dikenal di pasar internasional karena sudah mengantongi beberapa sertifikat, seperti International Marince Certification Institute dan Lloyd Register Certified ISO 9001.
Dengan demikian, kredibilitas dan kualitas dari PT LII sudah tidak diragukan lagi. Lalu, bagaimana ceritanya perusahaan ini memproduksi kapal perang siluman canggih untuk militer Indonesia?
Jadi, sebetulnya PT LII sudah memproduksi kapal perang ini pada tahun 2012. Kapal perang ini mempunyai teknologi yang advance dan di dunia hanya dimiliki oleh Angkatan Laut Amerika.
KLEWANG 625
Pada tahun 2012, PT LII memproduksi KRI Klewang 625 yang sempat menggegerkan jagat militer dunia.
Namun, Klewang 625 mengalami kecelakaan, terbakar, dan tenggelam akibat korsleting arus pendek di Selat Bali, pada 28 September 2012. Sebagai informasi saja, pembuatan kapal siluman trimaran ini telah menjadikan Indonesia sebagai negara kedua, selain AS, yang memiliki kapal canggih dengan teknologi militer hebat tersebut.
Adapun, trimaran adalah kapal tiga lunas atau berlambung lebih dari satu, yang terdiri dari satu lambung utama dan dua lambung kecil atau cadik yang menempel di sisi sebelah kanan serta kiri lambung utama.
DESAIN KHUSUS
Kapal perang ini memiliki lambung berdesain khusus, berbentuk lancip di ujung. Hal ini membuat kapal jenis ini mampu melaju lebih cepat hingga kecepatan 50 knot. Selain itu, desain tersebut menambah stabilitas kapal saat menembus ombak setinggi enam meter.
Dari sisi dimensi, KRI Klewang 625 memiliki panjang 60 meter dan bobot 200 ton lebih. Kapal inii dapat mengangkut 29 orang, termasuk pasukan khusus dan sebuah RHIB X2K 11 meter yang memiliki kecepatan 50 knot. Wow, keren banget ya!
Klewang 625 juga memiliki teknologi Stealth yang tidak bisa dilacak oleh radar atau biasa dikenal dengan sebutan kapal siluman. Teknologi Stealth sebelumnya sudah dimiliki di pesawat terbang intai F-117 Night Hawk milik Angkatan Udara AS.
PERSENJATAAN LENGKAP
Tak sampai di situ, kapal ini juga memiliki persenjataan rudal antikapal, seperti C-705, RBS-15, Penguin atau Exocet MM-40. Untuk memperkuat alat serang, disematkan pula meriam otomatis Type 730.
Diharapkan KRI Klewang akan menjadi kekuatan pemukul TNI-AL yang handal dan menakutkan di lautan. Apalagi dengan teknologi stealth, kapal ini tidak akan terdeteksi di radar.
Klewang 2 sendiri merupakan modifikasi dari Klewang 625. Pembuat kapal siluman generasi ke-2 itu telah mengumumkan bahwa dalam beberapa bulan ke depan akan meluncurkan kapal yang saat ini masih berada di pabriknya di Banyuwangi, Jawa Timur.
KAPAL SELAM
Selain kapal perang, kita juga mampu memproduksi kapal selam.
Kapal selam buatan anak bangsa ini diproduksi oleh PT PAL Indonesia (Persero), badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri perkapalan.
Kapal selam buatan anak negeri ini dinamakan KRI Alugoro-405. Kapal selam ini diproduksi dengan skema transfer teknologi yang bekerja sama dengan perusahaan perkapalan asal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME).
Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd merupakan salah satu dari tiga produsen kapal terbesar di Korea Selatan selain Hyundai dan Samsung.
Adapun, lingkup pengerjaan yang dilakukan PT PAL dalam kerja sama ini meliputi Joint Section, test and trials (Setting to Work, Hydro Test, Harbour Acceptance Test (HAT), Sea Acceptance Test including Pre-SAT, serta penyusunan working standard oleh PT PAL.
PT PAL Indonesia menyerahkan kapal selam KRI Aluguro-405 pada pertengahan bulan Maret tahun ini ke pemerintah Indonesia, yakni dalam hal ini kepada Kementerian Pertahanan.
Seperti dilansir dari website PT PAL Indonesia, pada tanggal 17 Maret 2021 menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia untuk pertama kalinya kapal selam jenis Diesel Electric itu resmi diserahkan dari galangan nasional kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia yang diterima secara langsung oleh Menteri Pertahanan Bapak Prabowo Subianto.
Seperti dikutip dari laman resmi PT PAL Indonesia, KRI Alugoro-405 merupakan jenis Diesel Electric U209/1400 Chang Bogo Class. Dimensi panjang keseluruhan kapal selam tersebut mencapai 61,3 meter.
SPESIFIKASI
Adapun, dari sisi kecepatan, kapal selam ini mampu melaju hingga 21 knot di bawah air atau dengan kecepatan sekitar 38,892 km per jam. Lalu, saat berada di permukaan, kecepatannya mencapai 12 knot atau sekitar 22,224 km per jam.
Berbeda dengan saudaranya KRI Nanggala 402 yang mampu menampung kru hingga 34 orang, daya tampung kapal selam KRI Aluguro 405 mampu membawa 40 orang kru.
Sementara itu, kemampuan jelajah KRI Aluguro 405 mencapai 50 hari dan didesain dengan life time mencapai 30 tahun. Artinya, kapal selam ini bisa dipakai hingga tahun 2051.
Menurutu Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, kehadiran KRI Alugoro-405 itu merupakan tonggak sejarah pertahanan Indonesia.
"Untuk pertama kalinya Indonesia melalui galangan kapal nasional PT PAL Indonesia (Persero) berhasil ikut serta dalam produksi kapal selam," ujar Prabowo seperti dikutip dari laman resmi PT PAL Indonesia.

