Penemuan itu berawal saat sejumlah orang tengah menggali tanah untuk membangun fondasi rumah di sebuah pekarangan. Awalnya, para pekerja menemukan pecahan tembikar di kedalaman 40 cm.
Setelah penggalian dilanjutkan, kemudian ditemukan ratusan koin logam kuno, keris, pisau, dan tombak di kedalaman 50 cm yang diduga merupakan peninggalan dari kerajaan Majapahit. Berikut informasi selengkapnya:
Warga Temukan Harta Karun
Penemuan benda peninggalan sejarah itu bermula ketika pemilik lahan tengah membangun rumah di lokasi tersebut. Setelah dilakukan penggalian, ditemukan kepingan tembikar, dan juga ratusan uang logam yang berserakan. Terdapat pula beberapa senjata tajam di lokasi penemuan.
Setelah warga pun langsung mengumpulkan logam-logam seberat 25 kilogram ditemukan. Belakangan diketahui jika logam kuno dengan lubang pada bagian tengah itu merupakan uang kepeng.
Uang kepeng merupakan mata uang dari China yang menjadi alat transaksi perniagaan pada masa lalu. melihat bahwa uang kepeng menjadi alat transaksi niaga yang berlaku pada masa dinasti Tang, dinasti Song, dan dinasti Ming.
Uang kepeng tersebut juga beredar di beberapa negara yang memiliki hubungan perdagangan dengan China, termasuk Kerajaan Majapahit.
Pernah Ditemukan Peninggalan Sejarah
Selain uang logam dan beberapa senjata tajam, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur juga menemukan pecahan keramik dan pecahan batu bata kuno setelah melakukan penggalian ulang.
Ahmad Wildan pemilik tanah menyebut, di wilayah tersebut dulunya juga pernah ditemukan benda peninggalan sejarah yang terkubur.
"Jadi di desa ini masih banyak peninggalan di sekitar tempat ini, dulu sekitar tahun berapa juga ditemukan seperti ini bentuk besar berisi perabotan rumah tangga ada bubur yang ditemukan itu belum basi," kata Wildan, dikutip dari Youtube JOIN Media (31/5).
Hasil Penemuan Diduga Ada Kaitannya Erat dengan Majapahit
Setelah dilakukan pemeriksaan singkat, berbagai penemuan benda kuno di Desa Betek tersebut mengindikasikan adanya keterkaitan dengan Kerajaan Majapahit. Terlebih lagi lokasi penemuan benda itu yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari situs Trowulan, kawasan yang diduga kuat sebagai situs peninggalan Majapahit.
Pemilik Lahan dan Warga Ingin Minta Kompensasi
"Kalau itu nanti diambil sama pihak terkait, kami bersama warga meminta kompensasi untuk pembangunan mushola. Karena pembangunan mushola kami sedang kekuragan dana dan peninggalan sejarah ini bisa disimpan di museum," tutur Wildan.

