Jumlah kasus positif virus corona tercatat ada 5.353 penambahan per hari ini.
Data tersebut seperti disampaikan Satgas Penanganan Covid-19, melalui website www.covid19.go.id, Kamis sore.
Kini, total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 1.837.126 sejak pertama terkonfirmasi pada 2 Maret 2020 lalu.
Kabar baiknya, sebanyak 11.092 pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19.
Pasien sembuh saat ini berjumlah 1.691.593 jiwa dari pasien sebelumnya sebanyak 1.680.501 jiwa.
Sementara, jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia juga bertambah sebanyak 187 pasien.
Total pasien meninggal dunia akibat virus corona menjadi 51.095 orang, dari sebelumnya 50.908 orang.
Penambahan kasus positif tersebut tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Provinsi DKI Jakarta masih memiliki jumlah kasus Covid-19 terbanyak.
Selanjutnya, disusul oleh Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.
Informasi ini dapat terlihat dari data peta persebaran kasus pada tiap provinsi.
Update Corona atau Covid-19 di Indonesia bisa di akses di sini.
Menkes Minta Masyarakat Jangan Khawatir Pada Jenis Vaksin
Dikutip dari Kompaz Indonesia, Kamis (3/6/2021), Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyambut baik izin penggunaan darurat (Emergency Use) vaksin Sinovac dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).
Diketahui, WHO telah memvalidasi penggunaan darurat tersebut melalui siaran pers pada Selasa (1/6/2021).
Budi menegaskan, hal itu menunjukan pemerintah hanya mengadakan vaksin yang aman, teruji mutu, dan terbukti khasiatnya.
“Kami selaku Pemerintah Indonesia menyambut baik validasi emergency use vaksin Sinovac,” ujar Menkes dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (2/6/2021).
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir dengan berbagai jenis vaksin.
Hal tersebut lantaran semua jenis vaksin baik untuk mencegah penularan COVID-19 dan telah melalui uji kualitas, keamanan, dan efikasi.
“Masyarakat dimohon jangan pilih-pilih vaksin. Vaksin yang diberikan pemerintah adalah vaksin terbaik dan teruji keamanannya,” ucap Budi.
Melalui penerbitan Daftar Penggunaan Darurat (EUL), WHO memastikan vaksin Sinovac telah memenuhi standar internasional untuk keamanan, efikasi, dan pembuatan.
Bahkan juga tentu telah teruji mutunya dan digunakan di lebih dari 20 negara.
Riset juga membuktikan, vaksin Covid-19 mampu mencegah kematian dan mencegah sakit parah yang berujung perawatan gawat darurat.
Sebelumnya, Direktur Jenderal WHO mengatakan masuknya Sinovac ke dalam EUL akan semakin membuka kesetaraan akses terhadap vaksin.
Vaksin Sinovac segera didapatkan melalui Covax Facility, kerjasama antarnegara yang memastikan kesetaraan akses terhadap vaksin.
Selain Sinovac, WHO telah menerbitkan EUL untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, Moderna dan Sinopharm.

